Lhokseumawe – Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar bersama Ketua TP PKK Kota Lhokseumawe Yulinda Sayuti kembali turun langsung meninjau sekaligus menyerahkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir, Sabtu (6/12/2025).
Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Lhokseumawe Said Bachtiar yang melakukan pemetaan awal terhadap kerusakan infrastruktur pascabanjir.
Rombongan menyambangi lima gampong di Kecamatan Blang Mangat, yakni Gampong Rayeuk Kareung, Asan Kareung, Mane Kareung, Blang Punteuet, dan Kumbang Punteuet. Peninjauan dilakukan untuk memastikan bantuan tersalurkan merata dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK membagikan makanan ringan seperti kue dan susu untuk anak-anak, serta menyerahkan pakaian layak pakai kepada perempuan dan anak-anak terdampak banjir.
Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar mengatakan distribusi bantuan darurat terus dipercepat, termasuk penyaluran beras dari pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman.
“Alhamdulillah permintaan kita telah dikabulkan, dan hari ini distribusi beras sudah mulai berjalan. Untuk Kecamatan Blang Mangat, setiap gampong rata-rata menerima sekitar 5,5 ton. Kualitas beras dari Bulog sangat baik, dan kami berharap pembagiannya segera diterima masyarakat,” ujar Sayuti.
Ia menjelaskan, di Gampong Kumbang Punteuet setiap kepala keluarga (KK) menerima 15 kilogram beras, sementara di sejumlah gampong lain mendapat alokasi 20 kilogram atau 12 kilogram per KK. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.
Selain memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, Pemko Lhokseumawe juga memantau stabilitas harga kebutuhan pokok. Pemerintah memastikan harga tetap terkendali seiring pulihnya jalur distribusi pascabanjir.
Kunjungan berkelanjutan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mempercepat pemulihan, melakukan pemetaan kerusakan infrastruktur, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan bencana.







