Lhokseumawe – Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor di Aula Yudha Korem 011/Lilawangsa, Senin (15/12/2025). Rakor dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dan dihadiri Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Irham Waroihan serta Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran.
Dalam forum tersebut, Sayuti memaparkan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Lhokseumawe sepanjang November 2025. Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Kota Lhokseumawe, banjir berdampak pada 100.519 jiwa atau 26.122 kepala keluarga (KK), dengan 19.577 jiwa dari 4.063 KK tercatat mengungsi. Bencana tersebut juga menyebabkan empat orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka ringan.
Sayuti menjelaskan, dampak banjir turut mengenai fasilitas pelayanan publik dan sarana sosial. Tercatat 56 fasilitas kesehatan, 53 sekolah, dan 28 kantor pemerintahan terdampak. Selain itu, lima masjid serta 13 dayah atau balai pengajian ikut terimbas genangan dan luapan air.
Pada sektor ekonomi dan sumber daya alam, banjir dan longsor memengaruhi 1.054,73 hektare lahan sawah, 52,67 hektare lahan kebun, serta 304,47 hektare lahan tambak. Sektor peternakan juga terdampak dengan total 112 ekor ternak, terdiri atas 15 sapi, 25 kambing atau domba, serta 72 ayam dan itik.
Kerusakan infrastruktur juga dilaporkan signifikan. Sebanyak 16 jembatan terdampak, 33 ruas jalan kabupaten/kota, 73 ruas jalan lingkungan, serta 20 ruas drainase mengalami kerusakan. Selain itu terdapat tiga lokasi daerah irigasi terdampak, dua lokasi waduk, bendung, dan embung, empat unit terminal dan dermaga, serta delapan lokasi pengaman pantai, talud sungai, dan abrasi pantai. Pada sektor permukiman, 1.128 rumah warga terdampak dengan rincian 15 rumah hilang, 290 rusak berat, dan 823 rusak ringan.
Rakor tersebut dihadiri Danlanal Lhokseumawe, Dandim 0103/Aceh Utara, Wali Kota Lhokseumawe, Bupati Aceh Utara, Dansat Radar 102, jajaran Korem 011/Lilawangsa, serta Kapolres Lhokseumawe dan Kapolres Aceh Utara. Seluruh bupati dan wali kota serta para dandim di wilayah Korem 011/Lilawangsa juga mengikuti rakor secara daring.
Menutup paparannya, Sayuti menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dan kesiapan sarana prasarana mitigasi serta penanganan darurat. Kebutuhan prioritas yang disampaikan meliputi tenda keluarga, alat berat, mobil water treatment plant, generator set, perahu karet, pompa air, perlengkapan evakuasi, logistik dasar, perlengkapan kelompok rentan, dan obat-obatan untuk mendukung penanganan terpadu bencana di Kota Lhokseumawe.









