Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe menunjukkan komitmen dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir dengan menurunkan personel untuk mendukung kegiatan pembersihan lingkungan di wilayah terdampak. Kegiatan gotong royong tersebut dijadwalkan berlangsung Sabtu (3/1/2026) dan dipusatkan di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara.
Wali Kota Sayuti Abubakar menyampaikan langkah ini merupakan bentuk solidaritas antarwilayah sekaligus wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat pascabencana. Menurutnya, banjir yang melanda sejumlah kawasan di Aceh Utara membutuhkan dukungan dan kolaborasi lintas daerah.
“Kita akan menurunkan personel untuk mendukung kegiatan pembersihan lingkungan di daerah terdampak banjir. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kami terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah,” ujar Sayuti.
Dalam kegiatan tersebut, Pemko Lhokseumawe melibatkan personel Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II serta PPPK Paruh Waktu dari berbagai perangkat daerah. Sebelumnya, Pemko Lhokseumawe telah mengangkat sebanyak 965 PPPK Tahap II Formasi 2025 dan PPPK Paruh Waktu Formasi 2025.
Para personel akan dikerahkan secara terkoordinasi untuk membersihkan sisa lumpur, sampah, dan material bawaan banjir, terutama di area permukiman warga dan fasilitas umum. Keterlibatan lintas perangkat daerah diharapkan mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus meringankan beban masyarakat terdampak.
“Kami ingin memastikan personel yang diturunkan bekerja efektif dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pembagian tugas yang jelas dan terkoordinasi,” ucap Sayuti.
Dalam pelaksanaannya, personel Pemko Lhokseumawe akan bekerja bersama jajaran Polres Lhokseumawe. Sinergi pemerintah daerah dan kepolisian ini diharapkan menciptakan kegiatan yang tertib, aman, dan optimal, sekaligus menjadi contoh pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan dampak bencana.
Sayuti juga mengapresiasi kesiapan Polres Lhokseumawe yang bersedia turun langsung ke lapangan. Menurutnya, dukungan aparat keamanan penting untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung serta membangun rasa aman dan kepercayaan di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan pembersihan ini menjadi langkah awal pemulihan pascabanjir di Kecamatan Muara Batu. Sayuti mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat kebersamaan dan saling membantu, terutama dalam situasi darurat akibat bencana alam.
“Semoga kegiatan ini dapat mempercepat pemulihan lingkungan dan memberi semangat baru bagi masyarakat terdampak. Pemerintah akan terus hadir dan berupaya memberikan dukungan terbaik sesuai kemampuan,” pungkasnya.









