Banda Aceh – Ajang Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) 2025 di Aceh berlangsung meriah dan penuh semangat. Acara puncak yang digelar di Aula Taman Seni dan Budaya, Banda Aceh, Jumat malam (31/10/2025), menjadi wadah bagi remaja Aceh untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan gagasan positif dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh ini turut dihadiri oleh Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Dr. Yusrizal, mewakili Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem).
“Duta GenRe merupakan wadah pembentukan karakter remaja agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, berdaya saing, dan berakhlak. Remaja Aceh adalah aset masa depan yang harus dibina dengan keteladanan dan kolaborasi,” ujar Dr. Yusrizal dalam sambutannya.
Acara dibuka secara simbolis oleh Ketua Staf Ahli TP PKK Aceh, Ny. Mukarramah Fadhlullah, bersama Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, Dr. Yusrizal, dan Staf Ahli Wali Kota Banda Aceh, Said Fauzan.
Suasana malam puncak semakin hidup dengan berbagai penampilan kreatif dan inspiratif dari para finalis Duta GenRe. Mereka menampilkan karya dan pesan edukatif yang memadukan nilai budaya Aceh, kampanye hidup sehat, dan semangat kebersamaan.
Tak hanya itu, kehadiran Duta Kampus, Duta Wisata, Duta Budaya, dan Duta Gender dari berbagai perguruan tinggi, termasuk UIN Ar-Raniry, turut memperkaya suasana malam tersebut dengan kolaborasi dan solidaritas antar-remaja.
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, mengatakan, Duta GenRe bukan hanya ajang kompetisi, melainkan ruang pengembangan diri bagi remaja untuk menjadi panutan di lingkungan sosialnya.
“Melalui program GenRe, kami ingin membentuk remaja yang siap berencana menata masa depan, menjauhi perilaku berisiko, serta berperan aktif dalam pembangunan,” ungkap Safrina.
Pemerintah Aceh berharap kegiatan seperti ini dapat melahirkan remaja inspiratif dan visioner, yang mampu menjadi pelopor perubahan sosial di lingkungannya.
“Kita ingin Aceh memiliki generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berkontribusi nyata untuk kemajuan daerah,” tutup Dr. Yusrizal.












