Aceh Besar — Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh mengundang seniman, desainer, dan kriyawan dari seluruh Aceh untuk bergabung dalam Program Residensi Seni Islam “Seni Assalamu’alaikum (ART SALAM 2025)” yang akan digelar pada 11–17 November 2025 di Kampus ISBI Aceh, Jantho, Aceh Besar.
Program residensi ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Seni Islam Internasional 2025, yang diinisiasi oleh Jurusan Seni Rupa dan Desain (JSRD) ISBI Aceh dengan mengusung tema “Mengakar pada Tradisi, Bangkit sebagai Inovasi.”
Melalui program ini, ISBI Aceh ingin menghadirkan ruang kolaboratif lintas generasi dan lintas disiplin, untuk menggali kembali nilai-nilai Islam dalam seni rupa dan desain Aceh. Para peserta akan diajak menafsir ulang nilai-nilai spiritual, estetika, dan tradisi Islam melalui praktik seni, eksperimen visual, hingga dialog antarseniman.
“Kami membuka kesempatan bagi seniman, desainer, dan kriyawan Aceh yang ingin berkarya dengan basis nilai dan tradisi. Residensi ini bukan hanya tempat bekerja, tapi ruang bertemu, berdialog, dan menemukan makna baru tentang seni Islam di masa kini,” ujar Iskandar Tungang, Ketua Panitia ART SALAM 2025.
Materi, Bimbingan, Hingga Pameran Bersama
Selama masa residensi, peserta akan mengikuti materi pengenalan seni Islam, bimbingan penciptaan karya, serta proses eksplorasi bebas. Hasil karya peserta nantinya akan ditampilkan dalam Pameran Bersama Seni Assalamu’alaikum pada 18–20 November 2025.
Rangkaian kegiatan puncak juga akan meliputi orasi dan diskusi budaya, kemah seni, serta Maulid Seni, yang memadukan perayaan spiritual dengan praktik artistik kontemporer.
Program residensi ini terbuka bagi pegiat seni dari berbagai latar belakang, mulai dari seni rupa murni, kriya, desain visual, hingga seni tradisi. Pendaftar diharapkan memiliki ketertarikan pada tema seni Islam, nilai salam, dan kebudayaan Aceh.
Pendaftaran Mulai 7–9 November
Pendaftaran dibuka pada 7–9 November 2025 melalui tautan yang disediakan panitia atau melalui email artsalamualaikum@gmail.com. Peserta terpilih akan diumumkan pada 9 November 2025 dan berhak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
“Kami ingin menjadikan residensi ini bukan sekadar ruang belajar dan berkarya, tapi sebuah gerakan kultural yang mengingatkan bahwa Islam datang melalui salam: menghadirkan damai, keindahan, dan kasih sayang melalui seni,” tambah Iskandar.
ISBI Aceh berharap program ini menjadi wadah bagi para perupa dan desainer Aceh untuk memperluas jejaring, memperdalam spiritualitas seni, dan memperkuat identitas kreatif dalam lanskap seni Islam kontemporer.











