Lhokseumawe – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Lhokseumawe tahun 2025 tercatat sebesar 81,75 atau meningkat 0,86 poin dibandingkan tahun 2024 yang berada pada angka 80,89. Peningkatan tersebut berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Kenaikan IPM tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya sejumlah indikator utama, yakni Usia Harapan Hidup (UHH), pengeluaran per kapita, rata-rata lama sekolah (RLS), serta harapan lama sekolah (HLS).
IPM atau Human Development Index (HDI) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di suatu wilayah. Penilaian IPM didasarkan pada tiga komponen utama, yaitu kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Semakin tinggi nilai IPM, maka semakin baik pula kualitas hidup masyarakat.
Dari sisi kesehatan, peningkatan IPM terlihat dari naiknya angka Usia Harapan Hidup (UHH) Kota Lhokseumawe menjadi 75,29 tahun pada 2025, dari sebelumnya 74,93 tahun pada 2024. Angka tersebut menunjukkan bahwa bayi yang lahir pada tahun 2025 diperkirakan memiliki harapan hidup rata-rata hingga sekitar 75–76 tahun dengan kondisi fasilitas kesehatan dan lingkungan seperti saat ini.
Sementara dari sisi kesejahteraan, peningkatan terlihat pada indikator pengeluaran per kapita. Berdasarkan data BPS, pengeluaran per kapita masyarakat Kota Lhokseumawe pada 2025 mencapai Rp 13.071.000 per tahun.
Angka tersebut menggambarkan rata-rata jumlah pengeluaran yang digunakan setiap penduduk Kota Lhokseumawe selama satu tahun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kenaikan IPM ini menjadi indikator positif bagi pembangunan manusia di Kota Lhokseumawe, sekaligus menunjukkan peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.












