Jakarta – Juara dunia sembilan kali, Marc Márquez, membagikan pandangannya mengenai perbedaan antara pebalap cepat dan pebalap yang mampu menjadi juara di ajang MotoGP. Menurutnya, kunci utama bukan sekadar kecepatan di lintasan, tetapi kemampuan mengelola tekanan sepanjang musim balap.
Komentar itu disampaikan Márquez dalam sebuah acara yang digelar oleh Estrella Galicia 0,0. Dalam kesempatan tersebut, dua pebalap muda grand prix, Diogo Moreira dan José Antonio Rueda, mendapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada juara dunia MotoGP 2025 tersebut.
Pebalap rookie MotoGP, Moreira, menanyakan apa yang membedakan pebalap cepat dengan mereka yang mampu bersaing memperebutkan gelar juara dunia.
“Semua pebalap di grid itu cepat — aku akan memasukkanmu juga (dalam daftar)!” canda Márquez, seperti dikutip dari Crash, Minggu (8/3/2026).
Pebalap tim Ducati Lenovo Team itu menjelaskan bahwa seluruh pebalap di kelas grand prix memiliki kemampuan mengendarai motor yang luar biasa, mulai dari Moto3 hingga MotoGP. Namun, perbedaan nyata muncul ketika menghadapi tekanan dalam balapan.
“Kita semua tahu cara mengendarai motor, dari Moto3 hingga MotoGP. Tapi kemudian ada tantangan dalam mengelola momen dengan tekanan, ketidakpastian, manajemen ban, dan lainnya,” ujar Márquez.
“Ini bukan hanya tentang kecepatan. Ini tentang bagaimana menangani berbagai situasi yang muncul selama musim balap yang terdiri dari 22 seri. Di situlah letak perbedaan antara seorang juara dan pebalap cepat,” lanjutnya.
Márquez juga menilai semua pebalap bisa tampil sangat cepat saat sesi uji coba. Namun, tidak semua mampu mempertahankan performa tersebut ketika menghadapi tekanan di akhir pekan balapan.
“Saat uji coba, semua orang cepat. Tapi ketika akhir pekan balapan tiba, situasinya jauh lebih sulit,” katanya.
Moreira sendiri sukses meraih poin pertamanya di MotoGP pada seri pembuka musim di MotoGP Thailand setelah finis di posisi ke-13 bersama tim LCR Honda. Pebalap asal Brasil itu juga menanyakan kepada Márquez bagaimana cara menghadapi kalender MotoGP modern yang semakin padat dengan 22 putaran dan tambahan balapan Sprint.
“Kejuaraan ini sangat menuntut sekarang: 22 balapan, dan para pebalap muda datang dengan semangat besar,” kata Márquez.
“Seperti yang Anda alami sendiri di Thailand, dengan balapan Sprint, kualifikasi, dan balapan utama, akhir pekan balapan sekarang sangat intens,” tutup pebalap yang dijuluki Baby Alien tersebut.












