Banda Aceh — Muzakir Manaf atau Mualem melantik dan mengambil sumpah 25 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Aceh. Prosesi pelantikan berlangsung di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat malam (27/2/2026), usai pelaksanaan salat tarawih.
Pelantikan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh, para asisten Sekda, staf ahli gubernur, kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), kepala biro di lingkungan Setda Aceh, serta Ketua TP PKK Aceh dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh.
Dalam sambutannya, Gubernur Mualem menyampaikan bahwa pelantikan dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong sekaligus sebagai bagian dari penyegaran organisasi. Seluruh pejabat yang dilantik, kata dia, telah melalui proses seleksi terbuka sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan mekanisme manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN).
“Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan agar semakin responsif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Mualem.
Gubernur menegaskan agar seluruh SKPA menjadikan visi dan misi Pemerintah Aceh sebagai arah kebijakan dan napas kerja di setiap lini pemerintahan. Visi pembangunan Aceh 2025–2030 adalah Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan.
Visi tersebut dijabarkan dalam tujuh misi utama, di antaranya pelaksanaan Syariat Islam secara kaffah, penguatan kekhususan dan keistimewaan Aceh sesuai MoU Helsinki dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, serta mendorong kemandirian ekonomi melalui hilirisasi, industrialisasi, pariwisata, dan transformasi digital berbasis sektor unggulan.
Selain itu, Pemerintah Aceh juga menargetkan pembangunan infrastruktur dasar yang inklusif dan berkelanjutan, peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, penguatan tata kelola pemerintahan dan supremasi hukum, serta pelestarian lingkungan hidup dan ekosistem.
“Misi pembangunan ini harus diterjemahkan ke dalam program nyata setiap SKPA,” tegasnya.
Mualem turut meminta jajaran SKPA memperkuat kolaborasi lintas sektor dan bekerja optimal, termasuk dalam percepatan pemulihan pascabencana yang harus dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan akuntabel. Ia juga menekankan pentingnya soliditas dan disiplin ASN, mulai dari ketepatan waktu, kepatuhan terhadap regulasi, hingga pencapaian target kinerja.
Selain itu, Gubernur mengingatkan agar realisasi anggaran tahun 2026 dipercepat dan tepat manfaat, serta meminta SKPA segera menyusun rancangan anggaran 2027 berbasis prioritas strategis yang mendukung visi-misi Aceh 2025–2030.
Adapun pejabat yang dilantik antara lain Ir. T. Robby Irza sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Dr. A. Murtala sebagai Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Ir. Abdullah sebagai Inspektur Aceh, Drs. Muhammad Diwarsyah sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, hingga Murthalamuddin sebagai Kepala Dinas Pendidikan Aceh. Selain itu, sejumlah kepala dinas, kepala badan, staf ahli gubernur, kepala biro, serta pimpinan RSUD dr. Zainoel Abidin juga turut dilantik.
Pelantikan ini diharapkan mampu memperkuat soliditas dan kinerja birokrasi Pemerintah Aceh dalam mewujudkan target pembangunan daerah ke depan.







