Jakarta — Debut luar biasa ditorehkan pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama di ajang Moto3 2026. Tampil untuk pertama kalinya di kelas dunia, Veda langsung finis lima besar di seri pembuka yang digelar di Chang International Circuit, Thailand.
Penampilan sensasional pembalap 17 tahun itu langsung mencuri perhatian dunia balap. Bahkan sejumlah pengamat mulai menyebut Veda sebagai “Marc Marquez-nya Indonesia”.
Atmosfer balapan di Buriram memang penuh tekanan. Namun Veda mampu tampil tenang dan agresif sepanjang lomba. Ia bahkan sempat merangsek ke zona podium sebelum akhirnya menyelesaikan balapan di posisi kelima.
Disorot Media Italia
Penampilan impresif Veda juga mendapat sorotan media Italia, Corsedimoto.
Media tersebut menilai mentalitas Veda saat debut sangat mengesankan. Pasalnya, pembalap muda Indonesia itu belum pernah turun sebagai wild card atau pengganti sebelumnya.
“Di Buriram, Veda menghadapi tekanan besar, seakan menyaingi aura juara dunia seperti Marc Marquez saat awal debutnya,” tulis laporan Corsedimoto.
Sebelum naik ke Moto3, Veda memang sudah mencuri perhatian di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 dengan finis sebagai runner-up klasemen akhir.
Kini ia memperkuat Honda Team Asia pada musim 2026 dan langsung menunjukkan potensi besar sejak sesi latihan dengan konsisten berada di papan atas.
Karakter Mirip Marc Marquez
Performa Veda juga menarik perhatian sejumlah tim di paddock. Direktur Gresini Racing, Carlo Merlini, bahkan menyebut karakter balap Veda mirip dengan Marc Marquez.
“Saya sedang mengamati rider Asia. Veda Ega Pratama punya karakter seperti Marc Marquez: berani, cepat belajar, dan tidak gentar di lintasan,” kata Merlini.
Menurutnya, dunia balap membutuhkan pembalap dengan karakter agresif namun cerdas seperti itu.
Siap Hadapi Tantangan di Brasil
Usai kejutan di Thailand, Veda kini bersiap menghadapi seri berikutnya di GP Brasil yang dijadwalkan pada 20–22 Maret 2026.
Balapan tersebut akan berlangsung di sirkuit baru bagi banyak pembalap, sehingga kemampuan adaptasi akan menjadi kunci.
Veda mengaku pengalaman menghadapi tekanan di Buriram akan menjadi modal penting untuk menghadapi seri berikutnya.
“GP Brasil sirkuit baru bagi semua pembalap. Mental yang teruji di Buriram membantu saya menghadapi persaingan ketat,” kata Veda.
Sejumlah pengamat menilai Veda memiliki “sense” membaca balapan yang jarang dimiliki rookie. Ia mampu mengatur ritme, menjaga ban, serta memilih momen tepat untuk menyerang rival.
Jika konsistensi itu terus terjaga, bukan tidak mungkin dunia balap akan segera melihat kebangkitan bintang baru dari Indonesia.
Dari Buriram ke Brasil, publik kini menanti apakah benar akan lahir “Marc Marquez versi Indonesia” di lintasan Moto3 — dengan nama Veda Ega Pratama.












