Lhokseumawe – Wali Kota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar menegaskan pentingnya keterlibatan tenaga kerja dan pengusaha lokal dalam aktivitas perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Kota Lhokseumawe. Hal tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dengan masyarakat Kelompok Kerja (Pokja) Simpang Pertamina Hagu Tengah dan Hagu Selatan di Meunasah Gampong Hagu Selatan, Kamis (6/11/2025).
Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan berbagai aspirasi terkait keterbatasan kesempatan kerja bagi tenaga lokal, khususnya di sektor industri besar seperti migas. Salah satu persoalan yang disorot adalah proses rekrutmen di perusahaan energi yang diharapkan memberi porsi lebih besar bagi warga Lhokseumawe.
Menanggapi hal tersebut, Sayuti menegaskan Pemerintah Kota Lhokseumawe berkomitmen memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal sebagai langkah menekan angka pengangguran.
“Kami ingin masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton. Perusahaan besar wajib memberi ruang bagi tenaga kerja dan pengusaha lokal untuk terlibat, baik melalui rekrutmen yang terbuka maupun kemitraan usaha yang adil,” ujar Sayuti.
Ia menegaskan perusahaan yang beroperasi di Lhokseumawe tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Selain kesempatan kerja, Sayuti juga menekankan pentingnya kemitraan antara perusahaan dengan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) lokal. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin kuat apabila pengusaha lokal dilibatkan dalam rantai pasok industri.
“Kita punya banyak tenaga terampil dan pelaku usaha lokal yang berkompeten. Sudah saatnya potensi itu dimanfaatkan agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh warga,” katanya.
Sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat, Pemerintah Kota Lhokseumawe sedang memproses revisi Qanun Ketenagakerjaan. Dalam aturan sebelumnya, perusahaan diwajibkan merekrut tenaga kerja lokal minimal 40 persen.
Melalui revisi yang sedang disiapkan, kuota tersebut direncanakan meningkat menjadi 60 persen agar peluang kerja bagi masyarakat lokal semakin besar dan proporsional.
Kegiatan silaturahmi tersebut juga dihadiri unsur pemerintah daerah, perwakilan perusahaan, aparatur gampong, serta tokoh masyarakat. Pemerintah Kota Lhokseumawe menyatakan akan terus membuka ruang dialog dengan masyarakat guna memastikan pembangunan daerah memberikan manfaat langsung bagi warga.






