Lhokseumawe – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf)/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, resmi membuka Bazar Ramadhan Lhokseumawe 2026 yang digelar di Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini berlangsung selama lima hari hingga 1 Maret 2026.
Pembukaan bazar tersebut menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan brand lokal serta menggerakkan sektor ekonomi kreatif di daerah. Dalam arahannya, Riefky menyebutkan potensi ekonomi kreatif saat ini terus digali oleh para kepala daerah karena kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi semakin signifikan.
“Tren ekonomi kreatif dapat dilihat dari hasil investasi, ekspor, jumlah tenaga kerja serta kontribusinya terhadap daerah yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada 2025,” ujar Riefky.
Ia menambahkan, sektor ekonomi kreatif juga menjadi salah satu lapangan pekerjaan yang paling diminati generasi muda. Saat ini lebih dari 50 persen pelaku industri kreatif berasal dari kalangan anak muda.
Menurutnya, ekonomi kreatif terbagi dalam empat klaster utama. Pertama, kreativitas berbasis budaya seperti fashion, kuliner, kriya atau kerajinan, seni rupa, dan seni pertunjukan. Kedua, kreativitas berbasis desain seperti desain interior, arsitektur, desain komunikasi visual, hingga desain produk.
Kemudian klaster berbasis media yang mencakup film, animasi, musik, fotografi, penerbitan dan periklanan. Terakhir adalah kreativitas berbasis digital dan teknologi seperti gim, aplikasi, konten kreator, afiliator, kecerdasan buatan (AI), hingga teknologi blockchain.
“Kepala daerah melihat ekonomi kreatif sebagai tambang baru untuk meningkatkan pendapatan daerah, membuka lapangan kerja, memutar roda ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu diperlukan sinergi dan kolaborasi semua pihak,” katanya.
Riefky juga menegaskan bahwa salah satu tugas Kementerian Ekonomi Kreatif adalah mendorong brand lokal agar mampu menembus pasar nasional hingga global.
“Kami akan mencari brand lokal yang potensial untuk masuk ke pasar nasional, kemudian kita dorong yang terbaik agar bisa menembus pasar global. Baik dari sektor fashion, kuliner, gim, aplikasi, film hingga musik karya anak bangsa,” ujarnya.
Ia mencontohkan sejumlah negara seperti Korea Selatan, Jepang, India, Amerika Serikat, dan Malaysia yang sukses membangun kekuatan ekonomi kreatif melalui penguatan brand lokal hingga dikenal di pasar dunia.
“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini bisa membangkitkan brand-brand lokal Lhokseumawe untuk go nasional bahkan global,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Ekraf atas dukungan anggaran sehingga Bazar Ramadhan tahun ini dapat terlaksana.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Menteri Ekonomi Kreatif, Bang Riefky, atas bantuannya mengucurkan anggaran sehingga Bazar Ramadhan ini dapat terlaksana,” ujar Sayuti.
Ia juga mengungkapkan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk putra Lhokseumawe yang kini menjadi Staf Khusus Menteri Ekraf, Rian Firmansyah.
Menurut Sayuti, meski dengan keterbatasan waktu dan adanya penyesuaian anggaran, kegiatan bazar tetap dapat digelar dengan baik.
“Awalnya kita mengusulkan anggaran sekitar Rp1 miliar, namun yang disetujui Rp600 juta. Kita memahami kondisi anggaran di kementerian juga terbatas. Namun kegiatan bazar Ramadhan di Lhokseumawe ini disebut sebagai yang terbesar di Indonesia,” katanya.
Bazar Ramadhan 2026 mengusung tema “Ramadhan Berkah, Ekonomi Kreatif Tumbuh” dan menghadirkan berbagai stan produk lokal, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga produk UMKM dari Lhokseumawe dan Aceh Utara.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya mendorong kebangkitan ekonomi kreatif pascabencana di kawasan Lhokseumawe dan Aceh Utara yang sempat terdampak bencana alam sehingga memengaruhi mata pencaharian masyarakat.
Selain bazar UMKM, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran santunan kepada 30 anak yatim dari Gampong Keude Aceh, Mon Geudong, dan Simpang Empat yang berada di sekitar lokasi bazar.
Usai pembukaan, Menteri Ekraf bersama Wali Kota Lhokseumawe meninjau langsung sejumlah stan bazar dan berdialog dengan para pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan tersebut.
Pembukaan bazar turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Lhokseumawe, perwakilan Pemerintah Aceh, anggota DPRA dapil Lhokseumawe-Aceh Utara, pimpinan BUMN dan BUMD, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.






