Jakarta — Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama mendapat sorotan luas dari media otomotif Eropa setelah tampil impresif pada seri pembuka Moto3 musim 2026 di Thailand.
Media balap asal Jerman, Speedweek, bahkan menjuluki Veda sebagai “Roket Moto3” setelah performa mengejutkannya di balapan yang digelar di Chang International Circuit, Buriram.
Meski berstatus sebagai rookie, pembalap berusia 17 tahun tersebut mampu bersaing ketat dengan para rider berpengalaman di kelas ketiga Grand Prix.
Dalam ulasannya, Speedweek menilai penampilan Veda sangat mencuri perhatian sepanjang akhir pekan balapan. Artikel mereka bahkan menggunakan judul mencolok: “Roket Moto3 Veda Pratama: Rookie Terbaik dan Pembalap Honda Tercepat!”
Media tersebut menilai Veda tampil habis-habisan untuk menunjukkan kemampuannya pada debut Grand Prix. Ia bahkan sempat memiliki peluang besar untuk meraih podium sebelum akhirnya menyelesaikan balapan di posisi kelima.
Tampil Mengejutkan Sejak Sesi Latihan
Performa kuat Veda sebenarnya sudah terlihat sejak sesi latihan.
Pembalap jebolan Astra Honda Racing School itu secara mengejutkan berhasil menembus Q2 setelah menempati posisi kelima pada sesi practice.
Pada balapan utama, Veda bahkan sempat berada di posisi ketiga pada lap keenam. Hal itu membuatnya masuk dalam rombongan pembalap yang bersaing memperebutkan podium.
Catatan waktunya yang kompetitif menjadi salah satu alasan mengapa namanya langsung mendapat perhatian media internasional.
Namun dalam sepertiga akhir balapan, Speedweek mencatat Veda melakukan kesalahan kecil yang membuatnya kehilangan momentum. Ia pun tertinggal dari grup pembalap yang sedang bertarung memperebutkan posisi tiga besar.
Meski begitu, finis di posisi kelima tetap dianggap sebagai pencapaian luar biasa bagi seorang rookie yang baru pertama kali tampil di Moto3.
Perjalanan Menuju Debut Moto3
Perjalanan Veda menuju debut sensasional ini sebenarnya sudah terlihat sejak sesi tes pramusim di Circuito de Jerez, Spanyol.
Pembalap yang berada dalam program pengembangan di bawah arahan mantan juara dunia 250cc Hiroshi Aoyama itu mulai menunjukkan potensi besar bersama Honda Team Asia.
Dalam tes pramusim tersebut, Veda bahkan mencatat waktu sekitar sepersepuluh detik lebih cepat dibanding rival lamanya, Brian Uriarte.
Keduanya sebelumnya kerap terlibat duel sengit di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025. Saat itu, Uriarte keluar sebagai juara dan kemudian mendapatkan kursi balap di Red Bull KTM Ajo.
Meski hanya menempati posisi ke-17 dalam hasil keseluruhan tes di Jerez dan terpaut sekitar satu detik dari catatan waktu tercepat, performa Veda tetap dianggap menjanjikan sebagai fondasi menuju musim balap.
Bertarung dengan Para Pembalap Papan Atas
Penampilan Veda benar-benar mencuri perhatian ketika memasuki seri pembuka Moto3 Thailand 2026.
Tanpa banyak adaptasi, ia langsung menembus sesi Q2 pada kualifikasi pertamanya dan menempati posisi kelima di grid start.
Veda bahkan berada di antara pembalap papan atas seperti Maximo Quiles dari CFMoto Aspar Team dan David Muñoz dari Intact GP.
Selisih waktunya dengan posisi pole hanya sekitar 0,7 detik.
Pada balapan utama, Veda kembali menunjukkan performa mengesankan. Ia sempat bertarung dengan para rider terdepan dan merebut posisi ketiga pada lap keenam.
Persaingan semakin ketat ketika pembalap lain seperti Adrian Fernandez, Alvaro Carpe, Valentin Perrone, dan Brian Uriarte terus memberikan tekanan.
Kesalahan kecil pada fase akhir balapan sempat membuat peluang podium memudar. Meski begitu, Veda mampu bangkit dan kembali menyalip Adrian Fernandez sebelum finis di posisi kelima.
Catatan lap tercepatnya, 1 menit 41,334 detik, hanya terpaut 0,104 detik dari waktu terbaik yang dicatatkan Valentin Perrone.
Honda Terbaik di Buriram
Hasil tersebut membuat Veda juga tercatat sebagai pembalap Honda terbaik di balapan tersebut.
Ia bahkan finis jauh di depan rekan setimnya asal Jepang, Zen Mitani, dengan selisih hampir setengah menit.
Walau Veda sudah cukup mengenal karakter Sirkuit Buriram dari pengalamannya di Asia Talent Cup dan cuaca panas Thailand dianggap menguntungkan bagi pembalap Indonesia, hal itu tidak mengurangi nilai impresif dari debut gemilang pembalap bernomor 9 tersebut.
Kini, setelah debut sensasional itu, dunia balap mulai melirik potensi besar Veda Ega Pratama sebagai salah satu talenta Asia yang bisa bersaing di level Grand Prix pada musim-musim mendatang.






