Aceh Besar — Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir atau yang akrab disapa Kak Na, kunjungi UPTD Panti Sosial Disabilitas Rumoh Seujahtra Beujroh Meukarya (RSBM) di Ladong, Rabu (5/11/2025). Kedatangan istri Gubernur Aceh itu disambut hangat warga panti dengan lantunan shalawat dan persembahan lagu penuh keakraban.
Kunjungan tersebut menjadi momen spesial ketika Rifal (23), seorang warga binaan netra, melantunkan ayat suci Al-Qur’an menggunakan mushaf Braille. Kak Na tampak sangat antusias melihat langsung proses pembacaan huruf-huruf Braille yang hanya berupa titik timbul.
“Kiban cara ta baca dan teumuleh huruf Nyan Rifal?” tanya Kak Na penasaran. Rifal pun memberikan penjelasan sekaligus kursus singkat tentang cara membaca dan menulis huruf Braille, termasuk Al-Qur’an Braille terbitan Kemenag RI bertanda Tashih 2017.
Usai belajar singkat bersama Rifal, Kak Na berdialog dengan para penghuni panti lainnya. Sambil membagikan donat, ia mendengarkan berbagai keluhan dan harapan dari warga RSBM yang mengaku nyaman dengan pelayanan petugas, namun berharap lokasi panti bisa dipindahkan lebih dekat ke kota serta ditambah tenaga pendidik.
“Di sini nyaman Bu, tapi kalau bisa janganlah kami dijauhkan dari kota. Kami juga minta ditambahkan guru karena banyak yang sudah pindah lewat P3K,” ujar salah satu anak netra.
Menanggapi hal itu, Kak Na berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menindaklanjuti kebutuhan tersebut. “Semangat anak-anak di sini luar biasa. Insya Allah Pemerintah Aceh akan terus berupaya memberikan pendampingan, pendidikan, dan pelatihan terbaik,” ujarnya.
Saat ini, RSBM dihuni oleh 39 penyandang disabilitas netra—11 perempuan dan 27 laki-laki. Panti tersebut sebelumnya berlokasi di sekitar Kampus Jabal Ghafur, Sigli, sebelum dipindahkan pasca-tsunami ke kompleks baru bantuan Jepang.
Usai dari RSBM, Kak Na melanjutkan kunjungan ke UPTD Panti Tuna Sosial yang lokasinya berdekatan, lalu ke UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang (RSGS) di Ulee Kareng. UPTD RSGS kini menampung 55 lansia, terdiri atas 33 perempuan dan 23 laki-laki.






