Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe secara resmi menyerahkan 67 unit hunian sementara (huntara) bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada masyarakat terdampak banjir. Penyerahan dipusatkan di Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Senin (16/2/2026).
Penyerahan huntara ini menjadi langkah konkret pemerintah untuk memastikan warga terdampak bencana tidak lagi tinggal di tenda darurat, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui BNPB atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat kota tersebut.
“Kami ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BNPB atas dukungan dan penyerahan 67 unit hunian sementara ini. Ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan masyarakat terdampak mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman,” ujar Sayuti.
Ia menjelaskan, dari total 67 unit huntara yang diserahkan, 55 unit berada di Gampong Blang Naleung Mameh, 10 unit di Gampong Jambo Timu, serta masing-masing 1 unit di Gampong Ulee Jalan dan Gampong Uteunkot.
Selain hunian sementara, para penerima manfaat juga mendapatkan bantuan kebutuhan dasar berupa paket sembako, selimut, matras, dan kipas angin untuk menunjang kenyamanan keluarga selama menempati huntara.
Berdasarkan hasil review bersama BNPB dan APIP Pusat, dari total 1.296 rumah yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe, sebanyak 1.275 rumah dinyatakan lolos verifikasi. Rinciannya terdiri dari 74 rumah rusak berat, 1.178 rumah rusak sedang, dan 23 rumah rusak ringan.
Bagi warga yang tidak menempati hunian sementara, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) selama tiga bulan sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga per bulan untuk membantu biaya sewa tempat tinggal sementara hingga hunian tetap dibangun.
Sayuti juga memastikan pemerintah terus melakukan pendataan bagi warga terdampak yang belum terakomodasi dalam daftar penerima bantuan.
“Saya telah menginstruksikan jajaran teknis mulai dari gampong hingga kecamatan untuk segera melakukan pendataan dan verifikasi lanjutan. Bagi masyarakat yang belum terakomodir, kami minta bersabar karena seluruh proses harus melalui mekanisme yang berlaku agar bantuan tepat sasaran,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Lhokseumawe juga telah menyiapkan lahan pembangunan hunian tetap (huntap) di Gampong Padang Sakti dan Gampong Meunasah Mayang, sebagai solusi jangka panjang bagi warga terdampak bencana.
Sementara itu, Tenaga Ahli BNPB Herman Hidayat menegaskan bahwa pemerintah pusat berupaya memastikan tidak ada lagi korban bencana yang harus tinggal di tenda darurat menjelang Ramadhan.
Ia juga mengajak masyarakat penerima bantuan untuk menjaga fasilitas hunian sementara yang telah diberikan.
“Hunian ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat hingga pembangunan hunian tetap selesai,” ujarnya.
Usai penyerahan, rombongan pemerintah dan BNPB melakukan peninjauan langsung ke sejumlah unit huntara untuk memastikan kondisi bangunan, fasilitas, serta sarana pendukung benar-benar layak huni.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Kapolres Lhokseumawe, perwakilan Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, PLN UP3 Lhokseumawe, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, para Asisten, Kepala OPD, serta para camat di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe.






