68 Bunda PAUD Gampong Dikukuhkan, Yulinda Sayuti Sekaligus Jadi Bunda Literasi

LhokseumaweBunda PAUD Kota Lhokseumawe Yulinda Sayuti secara resmi mengukuhkan 17 pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD tingkat kota, 4 Bunda PAUD kecamatan, serta 68 Bunda PAUD gampong periode 2025–2030 di Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Kamis (12/2/2026).

Pengukuhan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk memperkuat sinergi dan koordinasi dalam meningkatkan kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga ke tingkat gampong.

Dalam sambutannya, Yulinda Sayuti menegaskan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan amanah besar untuk memastikan seluruh anak di Kota Lhokseumawe mendapatkan layanan pendidikan usia dini yang holistik, integratif, dan berkualitas.

“Pengukuhan ini adalah amanah besar bagi kita semua. Saya berharap seluruh Bunda PAUD, baik di tingkat kota, kecamatan maupun gampong, benar-benar hadir sebagai penggerak yang memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang ramah, berkualitas, dan penuh perhatian,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa usia dini merupakan masa emas yang sangat menentukan tumbuh kembang anak, baik dari aspek karakter, kecerdasan, kesehatan, hingga nilai moral dan sosial. Karena itu, peran Bunda PAUD diharapkan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak di lapangan.

Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih selama ini menjadi bukti bahwa kerja bersama mampu menghadirkan perubahan positif, sekaligus menjadi tantangan untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan usia dini di daerah tersebut.

“Prestasi yang telah kita raih patut kita syukuri, tetapi itu bukan akhir dari perjalanan. Justru ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab kita semakin besar untuk memastikan tidak ada anak-anak Lhokseumawe yang tertinggal dalam tumbuh kembang dan literasinya,” tambahnya.

Diketahui, pada tahun 2025 Pokja Bunda PAUD Kota Lhokseumawe meraih Juara 1 Apresiasi Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD tingkat Provinsi Aceh. Pada kesempatan yang sama, Yulinda Sayuti juga menerima penghargaan Wiyata Darma Madya pada Apresiasi Bunda PAUD tingkat nasional tahun 2025.

Prestasi tersebut semakin menguatkan posisi Bunda PAUD Kota Lhokseumawe di tingkat provinsi maupun nasional.

Pada momen yang sama, Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H. juga secara resmi mengukuhkan Yulinda Sayuti sebagai Bunda Literasi Kota Lhokseumawe. Pengukuhan ini menjadi komitmen bersama untuk memperkuat gerakan literasi sejak usia dini sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sayuti Abubakar mengaku bangga atas berbagai capaian yang diraih Bunda PAUD Lhokseumawe hingga tingkat provinsi dan nasional.

“Saya merasa bangga atas capaian yang telah diraih Bunda PAUD Kota Lhokseumawe hingga tingkat provinsi dan nasional. Pemerintah Kota akan terus mendukung dan berharap Bunda PAUD tetap menjadi mitra strategis dalam membangun fondasi sumber daya manusia sejak usia dini,” ujarnya.

Namun demikian, ia juga menyoroti masih adanya tantangan di lapangan. Berdasarkan pengamatannya, masih terdapat sejumlah siswa sekolah dasar di Kota Lhokseumawe yang belum lancar membaca.

“Masih ada beberapa siswa sekolah dasar yang saya temukan belum lancar membaca. Ini menjadi perhatian serius kita bersama. Artinya, penguatan literasi harus dimulai sejak PAUD dan diperkuat dengan sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah,” tegasnya.

Untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh, Pemerintah Kota Lhokseumawe juga tengah melakukan penataan dan rotasi guru sebagai bagian dari upaya pemerataan dan optimalisasi tenaga pendidik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Lhokseumawe Husaini, S.E., Ketua Komisi B DPRK Lhokseumawe, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, Sekretaris Pokja Bunda PAUD Aceh beserta rombongan, para asisten Sekda, kepala OPD, camat se-Kota Lhokseumawe, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Lhokseumawe, pimpinan perbankan dan perusahaan daerah, Ketua KNPI, Ketua IGTKI, Ketua HIMPAUDI, serta para Bunda PAUD kecamatan dan gampong.

Melalui pengukuhan ini, diharapkan periode 2025–2030 menjadi fase penguatan layanan PAUD yang lebih terarah, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan gerakan literasi daerah demi mewujudkan Generasi Emas Lhokseumawe di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *